Gelandang Juventus Andrea Pirlo berharap Zlatan Ibrahimovic bisa memperkuat AC Milan saat kedua tim saling bentrok dalam lanjutan Serie A Italia pada akhir pekan ini. Ibrahimovic menjalani sanksi tiga pertandingan menyusul kartu merah yang diterimanya ketika berhadapan dengan Napoli pada awal bulan ini.
Namun, Ibrahimovic telah mengajukan banding atas sanksinya itu. Keputusan akhir mengenai nasib pemain asal Swedia tersebut akan ditentukan, Kamis (23/2). Pirlo berharap banding Ibrahimovic dapat diterima, karena ingin berhadapan dengan mantan rekan satu timnya.
“Kami berharap Ibra akan ada di sana pada Sabtu nanti,” ujar Pirlo dilansir La Stampa.
Ibrahimovic telah menjalani sanksi di dua pertandingan, dan bisa tampil pada laga melawan Juventus di San Siro jika hukumannya dikurangi.
Pemain berusia 30 tahun itu telah menjadi pemain kunci bagi Milan pada musim ini, dan sudah melesakkan 15 gol di Serie A.
Zlatan Ibrahimovic : Juventus sedang dalam keadaan terbaik, namun AC Milan bisa lebih baik
dari itu.
Robinho:
Mungkin pertandingan ini akan menjadi salah satu yang terbaik musim ini. Saat
ini kami yang capolista dan sampai akhir musim, kami akan berjuang untuk
scudetto.
Alesssandro Nesta: Senang melihat Juventus bangkit dan bersaing dengan kami lagi. Namun
mereka tidak akan mendapat apa-apa di San Siro.
Mark Van Bommel: Menurutku pertandingan ini memiliki gengsi yang lebih baik
dibandingkan el clasico, ketika aku bermain di Barcelona.
Kubu
Juventus
Andrea Pirlo:
Entah bagaimana rasanya bermain kembali di San Siro dengan seragam yang
berbeda. Namun Juventus adalah Juvntus yang memiliki mental baja dimanapun
mereka bermain.
Alessandro Del Piero: Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pertandingan
ini akan selalu menarik. Kami siap 200% menghadapi laga ini.
Gianluigi Buffon: Milan dan Juventus akan selalu menjadi ikon bagi Negara Italia.
Pastinya akan menjadi kebanggaan bagi
tim untuk memenangkan pertandingan ini.
Simeone Pepe:
Kami datang ke San Siro dengan catatan tak terkalahkan. Tapi hal itu tidak akan
menjadi kebanggaan kami, sebelum
scudetto berada di tangan kami
Menurut
Penulis ( Hendro Male )
Juventus
memiliki pertahanan terbaik musim ini, namun berbanding terbaik dengan lini
depan mereka yang kadang mandul didepan gawang. Taktik Conte yang tergolong
kurang kreatif dari segi penyerangan, membuat Juventus berkali-kali gagal
menjebol gawang lawan. Sedangkan AC Milan sedang dalam keadaan on fire meski tanpa
Ibra yang masih diskorsing. Kehebatan di segala lini membuat mereka lebih
diuntungkan dalam laga ini, apalagi bermain di hadapan tifosi Milanisti di San
Siro. Satu catatan lain, kepemimpinan wasit jga menjadi penentu dalam big match
ini.
Prediksi:
AC Milan vs Juventus = 55:45 (padahal gw Juventini, tpi prediksi ini berdasarkan
pandangan objektif gw)
Pertandingan malam antara Parma dan Juventus tertunda.
Permainan di Tardini telah ditunda karena cuaca buruk di Emilia-Romagna, yang
memungkinkan untuk menimbulkan masalah keselamatan di dalam dan sekitar
stadion. Keputusan itu diambil oleh mayoritas dari Gruppo Operativo Sicurezza,
organisasi keamanan yang beroperasi di Stadio Tardini.
"Itu diduga
bahwa permainan ini tidak akan mampu untuk dilaksanakan," kata Direktur
Giuseppe Marotta. "Lapangan itu benar-benar tertutup dan keselamatan
penonton juga harus selalu terjamin. Jika anda memperhatikan faktor dalam
kondisi jalan, yang akan telah membatasi pengoperasian layanan darurat, jelas
bahwa keputusan yang tepat telah dibuat".
Marotta
melanjutkan: "Anda tidak bisa mengakomodasi untuk kalender pertandingan ini,
ada pertandingan malam di bulan musim dingin, dengan segala hormat ke Parma
Football Club dan kota itu sendiri. Kami telah membangun sebuah dasar yang
mampu menangani masalah ketertiban umum dan kelangsungan hidup, namun stadion
Italia dianggap sebagai kualitas terendah di Eropa dan ini adalah tren negatif
yang perlu diatasi. Jika anda ingin menempatkan sebuah tontonan tingkat atas,
struktur dan perencanaan yang memadai yang diperlukan".
Direktur Juventus
menyimpulkan dengan mempertimbangkan pengaturan pertandingan untuk dijadwalkan
kembali. "Sejauh yang bersangkutan," katanya. "Saya menyerukan
kepada Parma dan Liga. Sayangnya tidak Parma ataupun Juventus memiliki komitmen
Eropa, jadi kita akan menemukan tanggal yang memadai nantinya".
Spekulasi mengenai masa depan striker Luca Toni di Juventus
terjawab. ManajemenBianconeri menyatakan sudah menuntaskan transfer
Toni ke klub Uni Emirat Arab Al Nasr.
Manajer umum Juventus Beppe Marotta sepanjang akjir pekan
kemarin menyatakan, Toni hampir pasti bermain untuk klub di Timur Tengah
tersebut. Kepastian ini akhirnya diumumkan manajemen Juventus di laman resmi
mereka.
“Juventus Football Club menyatakan kepergian Luca Toni dengan
transfer permanen. Striker itu sudah menuntaskan transfernya ke Al Nasr di Uni
Emirat Arab,” demikian pernyataan Juventus.
Pemain berusia 34 tahun itu datang ke Turin dari Genoa pada
Januari lalu, dan hanya mencetak dua gol dari 14 penampilannya di Serie A. Toni
jarang mendapatkan kesempatan dimainkan di bawah asuhan Antonio Conte sejak
musim panas lalu.
Dengan demikian, Toni akan bergabung dengan mantan
kiper Italia Walter Zenga yang kini melatih di Dubai.